Kamis, 29 Januari 2009

CARA MERUBAH SAMPAH KOTA (SAMPAH ORGANIK) MENJADI INDUSTRI BIOGAS (GAS METAN) DAN PUPUK KOMPOS

CARA MERUBAH SAMPAH KOTA (SAMPAH ORGANIK) MENJADI INDUSTRI BIOGAS (GAS METAN) DAN PUPUK KOMPOS



Sampah kota adalah sumber duit. Plastik, kertas, logam didaur ulang. Sampak organik yang bau, sarang bakteri penyakit dijadikan bahan bakar gas metan. Di kota besar negara maju sudah lama dijadikan bahan bakar industri. Bila gasnya sudah tidak keluar, tidak bau, dijadikan pupuk ompos. Caranya sangat mudah.

1.Sampah organik dimasukkan dalam jejeran lubang yang disemen. Misalnya berukuran lebar 10 x 10 m, tinggi 25 m. Diberi pipa gas dan pipa air.
2.Tiap 5 m tumpukan sampah, tutup sedikit tanah agar tidak mengeluarkan bau, pencemar lingkungan bagi masyarakat sekitar, dan mencegah udara luar masuk.
3.Bila sudah penuh dipadatkan, tutup tanah, beri air yang banyak.
4.Karena tanpa udara luar, bakteri pembusuk akan merubah air H2O dengan Karbon (C ) diambil dari sampah organik menjadi gas metan (CH4) atau proses pyrolisa, sebagai bahan bakar gas untuk rumah tangga dan industri.

Boleh dicampur kotoran ternak atau manusia. Cuma masalahnya, kalau kotoran manusia yang diambil dari sumur resapan, diteliti dulu agar tidak mengandung deterjen, sabun dan bahan kimia. Karena dapat membunuh bakteri pembusuk.

Saya sudah pernah menelitinya. Termasuk air buangan di saluran pembuangan kota. Meskipun bau busuk, banyak mengandung deterjen, sehingga proses pyrolisa tidak terjadi karena bakteri pembusuknya mati.

Sebuah Pabrik atau Industri Kertas di London hanya menggunakan bahan bakar dari sampah kotanya untuk penggerak PLTU pada Ketel Uapnya. Kelebihan gas, disalurkan pada penduduk sekitarnya. Konon katanya, dua tahun modal sudah kembali.

Timbunan sampah di Leuwigajah Bandung meledak tahun 2006, mengubur penduduk di bawahnya karena timbunan gas lembah sampahnya sudah banyak, menumpuk. Terbakar, meledak. Terbaca di koran, pipa besi pembuang gasnya ke alam semesta dicuri orang. Mengapa tidak disalurkan pada penduduk sekitar sebagai elpiji gratis?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar